Minggu, 15 Juli 2018


                          PPDB MI MUHAMMADIYAH 7 KENEP TAHUN PELAJARAN 2018 / 2019

Jumat, 09 Februari 2018

     TUMBUHKAN OBSESI BERHAJI UNTUK SISWA MI MUHAMMADIYAH 7 KENEP

   
PELAYANAN KESEHATAN MI MUHAMMADIYAH 7 KENEP TERHADAP ANAK DIDIKNYA


         
               MIM 7 KENEP LAKSANAKAN APEL MILAD  MUHAMMADIYAH KE- 105

Selasa, 21 Januari 2014

SEJARAH BERDIRINYA MI MUHAMMADIYAH 7 KENEP



CATATAN KYAI NOOR FAQIH PENDIRI
MI MUHAMMADIYAH 7 KENEP 

Saya bernama                        : Noor Faqih
Alamat                                     : Kepoh Kenep Balen Bojonegoro
Lahir pada tahun                    : 12 Robiul Awal 13. . . / 10 Nopember 1934
Bapak saya bernama              : Ahmad Toiyib
Ibu saya bernama                    : Niswatun

            Saya diasuh oleh kedua orang tua saya sejak kecil hingga dewasa. Di didik dan dibelajari mengaji Al Qur’an dan Kitab – kitab dan diajari hafalan – hafalan sholat dan do’a-do’a.
           
            Pada tahun 1941 saya disekolahkan di SRN Kenep (SD). Keluar dari Sekolah Rakyat Negeri tahun 1945 bersamaan hari Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945). Pada tahun 1949 muncul salah satu Partai yang bersimbul (bergambar) Bulan Bintang dasarnya hitam yang bernama Partai  Masyumi (Majlis Syuro Muslimin Indonesia). Partai tersebut diketuai oleh Bapak Masyhur Rasmidin dkk. Waktu itu pada tahun 1950 saya menjadi Pandu Islam Indonesia (PII). Waktu itu saya terus mengikuti rapat-rapat Masyumi dimana-mana. Pada umumnya dari wilayah yang sering di datangkan. Bapak K. Abdul Fatah, Bp. Aw Sayasa. Kalau dari Blitar Bp. Hasan Aidit. Kalau dari Bojonegoro (cabang) Bapak Maksum Abdul Qidir Anwar, Bapak Mujaer. Kalau dari anak cabang Balen Bp. Syahat Carik Tarjo Balen Milana.
            Menjelang Pemilih tahun 1955 saya ditunjuk oleh ketua Masyumi menjadi Panitia Pendaftar Pemilih disingkat P3 waktu di kenep ada 4 partai      : 1. Partai Masyumi, 2. PKJ, 3. NU 4.PNI. yang dari Masyumi saya, dari PKJ Laimin Kenep, PNI saudara Sadi, dari NU Qomar dari Balen.
            Bersamaan tahun  1955 saya ditunjuk oleh masyarakat menjadi Imam Masjid dan Guru santri putra putrid wakil sholat jum’at, Bapak Haji Nur Hasyim Kenep dan saya mendapat beselit dari Kepala Kantor Urusan Agama TK II Bojonegoro Bp. Maskun. Disamping menjadi Imam dan Guru santri saya sambil mengaji di Balen untuk menambah pengetahuan agama islam.
            Pada tahun 1956 saya mendirikan Diniyah di bantu 3 orang : 1. Sdr. Abdur Rohim dan Abdur Rohman dari Pohbogo dan Sdr. Dahlan dari Kepoh. Namun Diniyah tersebut belum punya gedung maka saya tempatkan di serambi Masjid di lantai dan bangkunya dingklik.
            Pada tahun 1958 saya mendirikan Madrasah atau masih pakai nama SRI (Sekolah Rakyat Islam). Adapun tentang perizinanya yang mengurusi adalah Cabang Muhammadiyah Bojonegoro. Pimpinan atau Ketua Cabang adalah Bp. Masjhudi dan disahkan oleh Kepala Kantor Departemen Pendidikan Agama TK II Bojonegoro. Kepala Pendidikannya Bp. Talhah, wakilnya Bp. Ahmad dan diresmikan sebagai Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah pada tahun 1959.
            Namun sebelum banyak kesulitan-kesulitan yang kami hadapi yaitu dari Guru SRN atau SD Kenep yang melapor kepada Tri Tunggal Balen atau Muspika untuk menbuyarkan Madrasah kami dengan jalan kekerasan, menakut-nakuti, memanggilsemua pengurus di Balai Kelurahan. Saya dan Sdr. Dahlan di panggil Mantri polisi di Balen. Namun akhirnya berkah pertolongan Allah semua buyar, dan Madrasah kami berjalan terus. Semoga mendapat Ridlo dari Allah SWT.
            Keluh kesah yang dirasakan oleh Pengurus Madrasah punya murid gedungnya belum punya. Maka saya mengumpulkan bapak-bapak wali murid untuk membuat gedung. Keputusan siding wali murid, semua wali murid urunan bamboo dan ada yang­urun genteng . maka setelah bahan-bahan tersebut terkumpul, lalu dikerjakan bersama-sama sehingga berwujud bangunan rumah dari bambu, Alhamdulillah setelah rumah Madrasah jadi mendapat bantuan dampar dari pemerintah sebanyak 20 pasang ukuran  1 ½  meterdan mendapat bantuan papan tulis dan kapur.
            Pada tahun 1961 saya mengadakan  sidang pengurus-pengurus untuk membangun gedung lagi dari kayu jati. Jadi gedung dari bambu diganti kayu. Maka hasil sidang pengurus mufakat kawan-kawanpengurus saya ajak mendatangi wali murid dan orang-orang yang mampu untuk dimintai bantuan berupa batang kayu, maka semuanya membantu kayu ada yang membantu 1 biji ada yang 2 biji ukurannya ada yang 4 meter,ada yang 3 meter,ada yang 2½  meter. Akhirnya bias mewujudkan 1 rumah sekolahan yang ukuran panjang 14 meter lebar 7 meter didirikan di utara masjid. Adapun tukangnya gotong-royong seluruh tukang kayu oleh Kepala Desa Kenep dikerahkan semua. Setelah gedungnya jadi murid tambah banyak damparnya kurang. Alhamdulillah masih ada orang yang rela punya pohon jati diserahkan untuk menambah dampar. Setelah ditebang dan di potong 1½ meter, Alhamdulillah masih ada tukang graji yang mau nyokong tenaganya untuk menggrajikan kayu tersebut sampai membuatkan bangkunya juga. Akan tetapi masih kurang terpaksa melawang di Pohbogo minta dingklik walaupun jelek dan panjang ukurannya maka semetara agak cukup walaupun satu bangku 5 anak.
            Pada tanggal 4 April 1964 saya mendirikan Ranting Muhammadiyah di Desa Kenep. Saya terpilh menjadi ketua. Pada tahun ini juga saya mendaftarkan diri sebagai GAH (Guru Agama Honorer). Saya ditugaskan di Desa Kenep dan Pohbogo. Penyuluhan Agama di Desa Kenep saya dijadikan 3 tempat : Madrasah, di tempat rumah Bapak Mustajab (madiun), di tempat Bapak H. Nur Hasyim Kenep.di Pohbogo di rumah bapak Riyun.
            Pada tahun 1966 Madrasah kami mendapat satu rumah bantuan dari desa untuk tambahan gedung Madrasah kami.bantuan rumah tersebut saya letakkan di muka gedung yang dulu menghadap ke barat.
            Pada tahun 1968 saya mengadakan sidang pengurus mengadakan musyawarah memutuskan suatu tempat yang akan di tempati sekolahan. Madrasah punya tanah pomahan terletak di sebelah baratnya rumah H. Anwar, ukurannya 40 x 10 meter. Tanah tersebut kalau ditempati sekolahan kurang tepat. Lalu mengadakan konsultasi (kata sepakat) H. Anwar punya tanah disebelah timur desa bubuk Ramin punya tanah pomahan terletak di timur jalan muka masjid berukuran 30X10 meter. Madrasah punya tanah pomahan disebelah barat rumah H. Anwar, berhubung bapak ramin ingin punya sawah lalu mengadakan perundingan, tanah pomahan dimiliki H. Anwar dan tanah bubuk dimiliki Ramin. Tanah Ramin dimuka masjid dimiliki Madrasah, maka terjadilah tukar-menukar.
            Pada tahun 1974 membongkar gedung yang lama, semuanya di bongkar di jadikan satu, di tempatkan dimuka masjid At Taqwa milik bapak Ramin tersebut. Bangunan gedung tersebut berukuran panjang 30 meter lebar 8 meter untuk dimuat 6 kelas dan kantor guru.
            Pada tahun 1982 Madrasah kami direbut alih oleh Kepala Desa Ahmad Bakri akan dinamakan GUPPI namun tetap saya pertahankan , madrasah tersebut jerih payah kami dan tidak semudah mendirikannya walaupun saya di intimidasi atau di takut-takuti di masukkan komando jihat saya tidak takut.
            Pada tahun 1983 kurang lebihnya madrasah kami terkena musibah angin topan sehingga ambruk rusak totalsampai bangku papan tulis dan alat-alat lainya yang ada di lokasi kelas semuanya ikut rusak hanya sebagian lokasi kantor guru yang masih tetap tidak rusak.
             Waktu saya dan segenap pengurus punya gambaran dan angan-angan naik turun nafas kami semua, bagaimana bisanya madrasah kebali di bangun seperti semula dan bagaimana cara kita bias membangunkan lagi maka dengan secepatnya saya mengumpulkan pengurus dan tokoh-tokoh yang mampu. Lalu kami mengucapkan Alhamdulillah kayu-kayu yang rusak semuanya di tanggung Bapak Haji Muhaimin . jangka waktu 2 hari kayu-kayunya sudah datang dari bakul kayu Pak Tami, lalu terus di kerjakan tidak lama jangka waktu 3 bulan menjadi tambah baik,yang rusak bias digunakan yang lain.
            Kurang lebih tahun 1984 madrasah kami mendapat lagi rehab gedung tembok kubeng satu lawang yang ukuranya 9 x 8 meter terletak di selatan gedung yang lama, tanah yang di tempati bangunan tersebut dikerjakan pemborong sendiri,tanpa bantuan dari pengurus dan wali murid tingggal menerima apa adanya.
            Pada tahun 2000 Madrasah kami mendapat rehab besar sebanyak 85 juta untuk rehab gedung dan tembok total,pelaksanaanya diborong atau ditangani oleh pengurus sendiri. Namun masih banyak kekurangan-kekurangan maka pengurus masih minta bantuan dari masyarakat dan bangunan tersebut selesai jangka waktu 3 bulan. Adapun rehab dalam seperti bantuan brob 1 mebeler dan lain-lain dipegang oleh kepala sekolah namun bantuan seluruhnya masih membutuhkan tanda tangan pengurus.
            Kiranya hanya ini saya catat sebagai amal kita bersama mulai tahun 1958 sampai tahun 2000 setelah tahun 2000 ini saya sudah tidak jadi pengurus karena usia saya sudah tua. Mudah-mudahan pengurus yang baru bias meneruskan sebagai generasi penerus. Saya selalu berdo’a semoga Allah selalu member kekuatan imam dan ketaqwaan sehingga bisa meneruskan usaha kami dan bisa dirasakan oleh umat islam dan masyarakat sekitarnya. Dan saya yakin dan percaya bahwa Allah beserta kita dan pasti member petunjuk jalan yang benar.




                                                                                                                        By  :  Noor faqih